Gegerkan Warga Manyar Gresik, Bau Menyengat Diduga Kebocoran Amonia Pabrik Langsung Direspon Cepat Petugas Gabungan
GRESIK || CYBERCRIMETNIPOLRI.COM – Masyarakat di sekitar kawasan industri Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sempat digegerkan oleh kemunculan bau menyengat yang diduga kuat berasal dari kebocoran bahan kimia jenis amonia pada Rabu (03/06/2026) malam. Akibat insiden tersebut, sejumlah warga melaporkan mengalami iritasi mata perih hingga sesak napas.
Peristiwa yang sempat memicu kedaruratan lingkungan ini terjadi di wilayah pemukiman yang berdekatan dengan area industri. Warga Desa Roomo menjadi salah satu titik terdampak langsung dari sebaran bau menyengat yang diduga kuat bersumber dari aktivitas salah satu pabrik di kawasan tersebut.
Menurut keterangan salah seorang warga Desa Roomo, Zahid, aroma amonia yang sangat pekat mulai menusuk hidung sekira pukul 20.30 WIB. Saat itu, situasi warga yang tengah beraktivitas di luar rumah mendadak panik akibat munculnya udara berbau tajam secara tiba-tiba.
"Bau amoninya sangat menyengat, langsung mengakibatkan mata perih dan sejumlah warga di sini mulai mengeluhkan sesak napas," ungkap Zahid saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Zahid menambahkan, kuatnya paparan bau tersebut membuat warga didera kekhawatiran tinggi lantaran kondisi udara malam itu sangat tidak wajar. Kendati demikian, hingga larut malam belum ada laporan mengenai adanya korban dengan fatalitas atau kondisi klinis yang serius.
Guna mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan, sebagian warga memilih bertahan di dalam rumah sembari menutup rapat seluruh akses pintu dan jendela, sementara sebagian lainnya berupaya mengevakuasi diri ke area yang lebih aman. Warga menduga keras, polusi zat kimia ini bocor dari salah satu lini produksi pabrik yang beroperasi di perimeter dekat pemukiman.
Respons Cepat Petugas Gabungan di Lapangan
Mendapat laporan adanya potensi gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat (Kamkesmas), jajaran terkait langsung bergerak cepat ke lokasi guna memitigasi risiko.
Kepala Regu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Adi Suprayitno, membenarkan adanya laporan kedaruratan polusi udara yang meresahkan warga pemukiman di Manyar tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, personil gabungan di lapangan terus melakukan penyisiran, pemantauan, dan deteksi dini guna memastikan titik koordinat utama sumber bau menyengat tersebut. Petugas bersiaga penuh di pos-pos strategis untuk mengantisipasi eskalasi dampak sekaligus memastikan kondusivitas warga sekitar tetap terjaga.
"Kami masih melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan asal-muasal bau menyengat tersebut. Petugas terus bersiaga penuh demi menjamin keselamatan warga," tegas Adi Suprayitno.
Penyelidikan dan Imbauan Kamtibmas
Hingga saat ini, penyebab pasti serta otoritas perusahaan yang bertanggung jawab atas dugaan kebocoran gas amonia tersebut masih dalam proses penelusuran mendalam oleh pihak berwenang. Belum ada statmen resmi yang dikeluarkan oleh manajemen pengelola kawasan industri terkait insiden ini.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah beserta instansi penegak hukum dan dinas lingkungan hidup untuk segera melakukan investigasi menyeluruh (scientific investigation) guna mengukur tingkat risiko paparan zat kimia ini terhadap publik, sekaligus memberikan sanksi tegas jika ditemukan unsur kelalaian operasi.
Secara medis, amonia merupakan senyawa kimia industri berkonsentrasi tinggi yang jika terpapar langsung pada manusia dapat merusak jaringan mukosa, menyebabkan iritasi parah pada mata, hidung, tenggorokan, hingga memicu gagal napas akut.
Pihak aparat mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang belum valid di media sosial, dan segera melaporkan ke posko pengamanan terdekat jika mengalami gejala klinis akibat dampak bau tersebut. Diharapkan situasi di kawasan industri Manyar dapat segera termitigasi dengan baik dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
(Cak Man / Redaksi)
